Senin, 13 April 2009

Cara Praktis Tingkatkan Memori OTAK !!!

PERNAHKAH Anda lupa di mana menyimpan kunci rumah? Anda berusaha keras
mengingatnya, tapi tetap saja lupa. Ingatan atawa memori di mana kunci
diletakkan tak kunjung muncul. Jika peristiwa itu sering terulang,
jangan dulu risau. Belum tentu Anda pikun, meskipun usia Anda mulai
lanjut.


Berdasar hasil riset, berapa pun usia Anda, kemampuan otak belum
terlambat untuk ditingkatkan. Asalkan mengetahui bagaimana cara kerja
otak. Riset terbaru American College of Neuropsychopharmacology's
Annual Meeting menjelaskan bahwa orang tua di Amerika dapat
meningkatkan kemampuan memorinya dengan mengubah sedikit cara hidup
mereka. Yaitu dengan melatih memori, berolahraga, makan makanan sehat,
dan mengurangi tingkat stres.


Menurut Gary Small, MD, guru besar ilmu psikiatri University of
California Los Angeles, melakukan memory exercise dan mengurangi stres
secara rutin dapat meningkatkan kemampuan memori seseorang. Ditambah
diet sehat dan olahraga rutin. Kesimpulan ini berdasarkan riset dalam
rentang waktu 14 hari, dengan melibatkan beberapa sukarelawan.


Para peserta dipantau peningkatan memorinya dengan melakukan empat
cara. Pertama, latihan otak: mereka melakukan olahraga otak dengan
permainan puzzle selama sehari untuk merangsang otak. Kedua, diet
sehat: mereka makan lima kali sehari, dengan diet seimbang, tinggi
lemak Omega-3. Kemudian mengonsumsi lima makanan kecil sehari untuk
mengatur kadar glukosa dalam darah, yang merupakan sumber energi utama
bagi otak.


Ketiga, olahraga fisik: berjalan cepat dan melakukan peregangan setiap
hari untuk meningkatkan kesehatan fisik. Keempat, penurunan stres:
melakukan peregangan dan relaksasi untuk mengatur stres. Sebab stres
menyebabkan tubuh melepaskan kortisol. Zat ini dapat merusak pusat
memori di otak.


Masing-masing peserta dites fungsi otaknya sebelum dan setelah 14 hari
penelitian, menggunakan positron emission tomography (PET) scan.
Hasilnya, ada peningkatan memori. Hal ini terlihat dengan adanya
penurunan 5% metabolisme otak pada regio dorsal lateral prefrontal di
otak. Artinya, kerja memori dan fungsi kognitif otak mereka lebih
efisien.


Apakah pertambahan usia menyebabkan kerusakan memori? Pada usia tua,
manusia kehilangan sekitar 40% neuron dalam otak. Selama ini diyakini,
itulah penyebab menurunnya kapasitas otak untuk menerima, menyimpan,
mengolah, dan mengeluarkan informasi. Tapi, menurut Dr. Albert dari
Univesitas Harvard, bukan sel-sel otak atau neuron yang menentukan
fungsi intelektual otak, melainkan korteks --tempat memori dan
berpikir.


Riset tentang kerusakan otak pernah dilakukan Dr. Peter Davies,
Direktur Penelitian Otak Penderita Alzheimer di Albert Einstein College
of Medicine, New York. Menurut dia, otak yang sehat tetap berfungsi
sangat baik sampai hari tua. Anjloknya kemampuan otak disebabkan
penyakit, seperti diabetes, arteri karotid yang menebal, tekanan darah
sistolik yang tinggi, dan stadium awal alzheimer.


Penjelasan lain, kerusakan otak adalah akibat proses oksidasi. Tiap sel
punya ribuan pabrik energi, yang disebut mitokondria. Untuk
menghasilkan energi, mitokondria membakar oksigen. Limbah pembakaran
itu adalah radikal bebas. Radikal ini ternyata merusak tembok
mitokondria dan racunnya menembus ke dalam sel, sehingga mempercepat
penuaan.


Kerusakan akibat radikal bebas itu menumpuk sehingga produksi energi
menurun. Nah, ketika radikal bebas menyerang sel saraf, dendrit
mengerut dan sinapsis menghilang. Akibatnya, berkuranglah kemampuan
komunikasi sel. Pada otak, radikal bebas dapat menghancurkan neuron dan
berujung penyakit pikun, alzheimer.


Radikal bebas juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan, terutama
yang berlemak, asap rokok, dan pencemaran udara. Tapi Tuhan Mahaadil.
Radikal bebas bisa dihancurkan oleh antioksidan. Sumbernya adalah
vitamin E, vitamin C, glutathion, koenzim Q 10, dan asam lipoik. Contoh
buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan adalah prem, bayam,
kismis, bawang, dan tomat.


Lemak yang berasal dari ikan --disebut Omega-3-- merupakan makanan
paling ampuh untuk membentuk kecerdasan otak. Peradaban-peradaban besar
tumbuh di daerah tepian Sungai Nil, Tibet, Eufrat, Gangga, dan Yangtze
Kiang, karena mereka biasa makan ikan. Kenapa bangsa Eskimo langka
terserang penyakit berat, seperti jantung koroner dan diabetes
mellitus? Ya, karena mereka biasa makan ikan laut.


Tapi, orang yang biasa makan ikan (Omega-3) jangan terlalu bangga. Bisa
jadi mereka juga banyak mengonsumsi asal lemak Omega-6, seperti jagung,
kedelai, sereal, telur, dan minyak goreng. Makanan ini sebenarnya
berfaedah untuk mengatur peradangan, tekanan darah, ginjal, dan fungsi
jantung. Tapi perbandingannya harus ideal: Omega-6 dan Omega-3 adalah
1:1.


Kelebihan Omega-6 bisa mengakibatkan peradangan pada jaringan sel otak.
Padahal, masyarakat kota lebih suka makanan cepat saji yang mengandung
Omega-6. Karena itu, perbanyaklah makan Omega-3, seperti ikan salmon,
tuna, makarel, minyak canola, minyak zaitun, dan sayuran hijau.


Air susu ibu 30 kali lebih banyak Omega-3-nya ketimbang pada susu sapi.
Faedahnya, bisa menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah, dan
gangguan emosional. Sebaliknya, kekurangan Omega-3 berakibat sejumlah
gangguan mental, seperti depresi, ingatan yang jelek, kecerdasan
rendah, skizofrenia, dan pikun.


Pisang adalah makanan murah meriah untuk otak. Aktivitas otak butuh
energi berupa glukosa. Pasokan energi dari pisang lebih lambat
ketimbang gula pasir dan sirup, tapi lebih cepat dari nasi, biskuit,
dan roti. Selain itu, pisang mengandung vitamin B6, yang berfungsi
sebagai koenzim untuk metabolisme protein serotonin, yang diyakini
sebagai neurotransmiter efektif untuk fungsi otak.


Serotonin mempengaruhi hampir semua aspek dalam kehidupan otak, seperti
membentuk mood, meningkatkan memori, dan melindungi sel otak dari
proses penghancuran neuron. Serotonin tak hanya dipasok dari makanan,
seperti cokelat dan minyak ikan, juga dari olahraga. Beberapa kalangan
menyakini, olahraga tenaga dalam bisa mendeteksi kerusakan sel dan
menormalkannya kembali. Sebab, dalam olahraga napas ini, produksi sel
tubuh bisa meningkat, baik dalam otak maupun organ tubuh yang lain.


Kholis Bahtiar Bakri


Beberapa tips untuk memperkuat memori otak:
1. Latihlah mental, misalnya dengan menggunakan teknik puzzle dan
teka-teki.
2. Latihan fisik (olahraga) tiga kali seminggu. Joging atau lari-lari
kecil merupakan olahraga efektif untuk otak.
3. Utamakan ikan, daging unggas tanpa kulit, dan daging tidak berlemak.
Batasi kuning telur, daging berlemak, dan makanan yang digoreng.
4. Diet rendah kalori. Gunakah karbohidrat yang terdapat dalam sereal,
gandum, sayuran, dan buah-buahan.
5. Minumlah teh atau kopi paling tidak secangkir sehari.
6. Gunakan multivitamin sesuai petunjuk dokter, dan pakailah suplemen
yang memacu kinerja otak.
7. Biasakah rileks dan hindari stres.
8. Dengarkan musik berirama barok atau klasik.
9. Jalankan ibadah secara khusyuk.

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat-sahabat..ngisi yupz..
kita share hehe...

Template Design by SkinCorner